'Mini Eksplorasi' Biology Orchid Study Club

Sabtu, Oktober 31, 2015

 Selama ini di benak saya masih terngiang dengan jelas pesan dari dosen dan kakak tingkat waktu OSPEK agar kita kuliah yang nggak sekedar kuliah. Kita harus bisa menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan kegiatan non akademik. Istilahnya sih jangan jadi mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat-kuliah-rapat), atau kunang kunang (kuliah-nongkrong-kuliah-nongkrong) atau yang lebih parah kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Berawal dari situ, saya membuat komitmen dengan diri saya sendiri untuk aktif ikut organisasi tanpa mengabaikan prestasi akademik. Nah sewaktu UGM Expo, saya daftar dua UKM, yaitu USER (Unit Seni Rupa) dan Bulaksumur Pos. Setelah melewati beberapa seleksi, saya lolos dan menjadi salah satu anggota keluarga dalam kedua UKM tersebut. Seiring berjalannya waktu, saya mulai mikir-mikir lagi karena tugas kuliah yang bejibun dan jadwal kumpul Bulaksumur dan USER selalu bareng bikin saya dilema waktu itu. Akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari USER, tapi tetap setia sama Bulaksumur (oh iya, tulisan saya habis dimuat lo di web Bulaksumur. Bisa dilihat disini nih). Sebagai gantinya, saya bergabung sama Kelompok Studi Fakultas yang fokus pada anggrek. Yaps, Biology Orchid Study Club.

Sejak sebulan lalu, kami telah mengikuti rangkaian Diklat Ruang, yang materinya dari Divisi Penelitian dan Divisi Eksplorasi. Lalu kami juga udah melakukan kegiatan eksplorasi anggrek kampus. Kelompok saya kebagian eksplorasi di kluster medika. Setelah beres semua, kegiatan selanjutnya yaitu Mini Eksplorasi. Dalam kegiatan ini, kita dikenalkan dulu sama alam sebelum eksplorasi sesungguhnya minggu depan. Mini eksplorasi kali ini ada di dua lokasi. Lokasi pertama yaitu Taman Nasional Gunung Merapi. 


sekelompok cowoknya cuma satu

Nah, setelah melewati pintu masuk, ada semacam taman yang banyak mainan buat anak-anak. Ini Desti sama Yoko mesra amat

Pada mini eksplorasi ini, dibagi menjadi 2 jalur pendakian. Alokasi waktunya 1 jam, tapi akhirnya molor. Sepanjang jalur pendakian itu kami diharuskan mengidentifikasi species anggrek yang kami temui. Lengkap sama sketsa dan foto

Oh iya, disini debunya dahsyat banget. Kata temen-temen sih  tanahnya dari erupsi Merapi (mentang-mentang habis ujian Geologi, ngomonginnya jenis tanah). Oh iya, berhunung sekarang lagi musim kemarau panjang, anggrek yang kami temui jarang banget yang berbunga. Ada yang berbunga satu, tapi lokasinya nun  jauh diatas pohon dan kami nggak bisa menggapainya. Ada juga anggrek terestrik yang udah kering banget, jadi kami megangnya harus super hati-hati. Susah deh identifikasi buat kami yang masih pemula, ditambah musim kemarau, jadinya malah susah bedain yang mana anggrek, mana tumbuhan paku

Lokasi kedua ini yang bikin saya excited bukan main. Kami ke Titi Orchid Nursery. Kalau di TNGM tadi kami eksplorasi langsung di alam, disini kami belajar budidaya. Baru masuk udah disuguhi anggrek bulan yang mekar sempurna. Kami langsung diarahkan ke sarasehan di tengah kebun, yang biasanya emang buat pelatihan. Bu Titi baik banget lagi, kita disuruh ambil sirup dulu sama kacang rebus sebelum duduk, katanya beliau tau kalau kita capek banget. Sambil nunggu rombongan kloter 2 nyampe, kami istirahat bentar terus lanjut makan siang. 

Setelah semua rombongan berkumpul, Bu Titi ngasih sambutan bentar, lalu acara diserahkan ke panitia. kami dikasih waktu beberapa menit untuk keliling kebun, tanya-tanya seputar budidaya aggrek ke karyawannya Bu Titi, dan yang nggak kalah penting foto dong hahaha



Kata bapak karyawan (nggak tau namanya), kalau kita kepanasan nggak  apa-apa kalau mau renang disini. Padahal airnya aja nggak ada -_-


Theresia Henny Primasiwi Purba--cewek imut asli Jogja hahaha

Oh iya, dibawah-bawah ini ntar fotonya pake Nikon nya Eno, dan dia nggak begitu mahir makenya. Rata-rata dari kami juga nggak ngerti begituan. Alhasil, fotonya banyak yang nggak fokus. 

Buat foto kaya begini aja susahnya minta ampun. Kalau Arkan senyum, Eno yang nggak jelas. Begitu Eno cantik, Arkannya cemberut. Ini lumayan berhasil

Kenal Eno pertama kali waktu sekelompok pas PPKMB. Hiperaktif, cerewet, nggak jelas, hobi dandan, moody, bikin rame segala suasana pokoknya. 

Sayang banget blur, padahal bagus (kata Ima lo yaa)


Ini waktu foto tipografi yang saya bikin 10 menit sebelum berangkat. Susah banget, pengen ngeliatin bunganya tapi gagal terus.

Nah ini si bapak yang telaten jelasin dari awal cara budidaya anggrek yang baik dan benar

Semuanya berawal dari serbuk-serbuk ini

terus dimasukin ke dalam botol itu yang udah ada media agarnya. Di dalem botol itu selama setahun (jangan fokus ke Onna, fokus ke botolnya aja)

lalu dipindahin kesini. Yang di wadah biru itu, medianya impor dari Chili. Kalau yang warna kuning asli Indonesia.








--jangan tanya nama spesiesnya--

Setelah puas keliling kebun, kami kembali ke sarasehan untuk presentasi anggrek-anggrek yang kami dapat waktu eksplorasi di Merapi. Tapi ya gitu, krik banget. Udah banyak yang capek, ditambah semilir angin jadi kebawa ngantuk.

Hobi banget cubitin pipinya Ima. Mana dia nurut banget lagi. Ini nggak tau nih siapa yang iseng fotoin. tau-tau Eno ngirimin ini via Line

Himawan-Alfianto
Ketua PPKMB-Ketua kelompok
Dua-duanya susah diajak foto

Nah ini tipografinya. Niat awal sih bikin terus fotonya pake background anggrek. Ternyata susah banget, yaudah deh gini aja. Taken by Himawan yang udah kebal lihat saya yang sering baper hahaha

Cukup sekian yaa.. Mau nglanjutin bikin laporan. Oh iya seminggu lagi, kami eksplorasi lagi. Namanya udah bukan 'Mini Eksplorasi', tapi Diklat Lapangan. Bakal menjalani 3 hari 2 malam, yang lokasinya masih dirahasiakan panitia. Ceritanya nyusul segera yaa


regards,
aify zulfa kamalia









You Might Also Like

0 komentar

Instagram

Popular Posts

Google+ Followers