TERIK MATAHARI DI KEBUN BUNGA MATAHARI

Rabu, Januari 24, 2018

Halo!! Akhirnya setelah sekian lama, bisa kembali ngisi blog ini lagi. Beberapa minggu belakangan ada sebagian temen atau bahkan orang yang nggak aku kenal kirim DM di Instagram tanya kenapa kok semenjak kuliah aku jarang banget nulis blog, beda jauh kayak pas masih SMA yang sebulan bisa 4 kali nulis. Sebuah alasan klasik adalah aku keteteran dengan rutinitas mahasiswa Saintek yang seakan-akan hidupnya habis di Lab dan kegiatanku monoton hehehe. Semester ini lumayan lega sih karena udah beres magang dan seminar (+ ambil SKS dikit) yaayy!! Tapi sejujurnya aku antara terharu dan malu ternyata blog yang isinya nggak mutu ini juga masih ada yang baca, yang akhirnya menggerakkan hatiku buat meninggalkan jejak lagi disini :')

Rencananya liburan semester 5 ini, aku mau habisin sampe akhir karena semester kemarin liburannya udah kepotong buat ambil data seminar. Tapi ternyata dapat kabar dadakan, tanggal 22 Januari ada acara di Lab tercinta. Jadilah balik ke Jogja 2 minggu lebih awal dari rencana --mencoba ikhlas. Untungnya Christy juga balik lebih awal. Sampai akhirnya pas lagi riweuh di lab menjelang maghrib, dia nge-Line ngajakin mantai. Berhubung Christy terlalu sering ke pantai di sepanjang Gunung Kidul, kami memutuskan buat ke Bantul. Sekalian ke kebun bunga matahari yang lagi hits.


Lokasinya ada di Jalur Lintas Selatan. Kalau dari Jogja, lewat Jalan Bantul dan lurus terus lewat wilayah Bantul kota. Sampai situ juga masih lurus terus ke Jalan Samas sampai ketemu loket masuk kawasan pantai. Di loket itu bayar retribusi sebesar Rp 6000 setiap orang untuk masuk kawasan Pantai Samas, Pantai Goa Cemara, Pantai Patehan, Pantai Kuwaru, dan Pantai Pandansimo sekaligus. Murah kan ya. Setelah loket, jalan lurus dikit sampai ketemu persimpangan Jalur Lintas Selatan terus belok kanan. Di sepanjang Jalur Lintas Selatan ada beberapa spot kebun bunga matahari. Tapi sebagian besar masih baru ditanam. Kami memutuskan untuk mampir ke spot yang parkirannya paling rame hehehe. Tiket masuknya Rp 5000/orang.




Sebenarnya kebunnya nggak terlalu luas. Awalnya kebun ini ditanami sayuran dan bunga mataharinya cuma sebagai 'pembatas' gitu. Makanya bunga mataharinya juga nggak terlalu banyak dan rapat sepeti ekspektasiku. Itupun di dalem kebunnya diselingi tanaman kacang tanah sama bunga lain. Tinggal pinter-pinter cari angle yang pas biar fotonya kelihatan ciamik.





Christy Ariesta --bule Medan


Di sekitar kebun bunga matahari yang saya masuki juga masih banyak kebun sayuran penduduk yang belum alih fungsi. Sebagian besar ditanami kacang tanah, mentimun, cabe, sama terong. 


Kami sampai lokasi sekitar jam 10 dan mataharinya udah lumayan menyengat. Saranku sih kesananya lebih pagi biar nggak terlalu silau dan panas. Oh iya, jarak POM bensin terdekat lumayan jauh dari lokasi. Kemarin hampir aja kehabisan bensin dan baru nemu POM bensin di deket gapura perbatasan. Tapi banyak juga sih penjual bensin eceran sepanjang jalan





Pulangnya kami mampir Pantai Goa Cemara. Karena waktunya nggak pas liburan, jadi sepi banget cuma ada beberapa pasangan kekasih. Berbekal tripod, akhirnya ada foto berdua walaupun lumayan capek lari-larinya . Udah gini aja ceritanya. Selamat hari Kamis!


aify zulfa kamalia

Popular Posts

Google+ Followers