Pilih-Pilih Brush Pen (Low Budget)

Senin, Juni 04, 2018

Halo semuanya! Menanggapi berbagai pertanyaan dari temen-temen tentang brush lettering yang selama ini tersebar di DM dan comment instagram, aku coba sharing disini aja ya. Biar nggak jawab berulang kali hehehe. Beberapa waktu lalu, aku coba bikin polling di instagram dan responnya lumayan bagus, jadi aku semangat deh nulis ini :) 

Oh iya, nantinya sharing tentang brush lettering ini aku bagi jadi beberapa bagian biar fokus ke 1 topik dan nggak terlalu panjang. Sebenarnya aku sendiri juga belum cukup ahli tentang dunia lettering, jadi maaf sebelumnya kalau penjelasanku seadanya. Karena aku juga sedikit perhitungan kalau menyangkut masalah keuangan (walaupun kadangkala kalap), jadi aku juga belum terlalu banyak nyoba tools yang aneh-aneh, apalagi yang harganya selangit. Disini aku cuma mau sharing tentang tools yang pernah aku pakai dan harganya juga lumayan ramah di kantong, jadi cocok buat kalian yang akan memulai belajar brush lettering ;)

Hal pertama yang harus kalian persiapkan adalah brush pen / kuas dan kertas. yaiyalah. Kalau memang telaten dan mau hasil yang lebih rapi bisa juga pakai grid paper (optional). Grid paper nya nggak perlu beli, sekarang udah banyak custom grid online yang bisa kalian atur sesuka hati dan tinggal didownload dan diprint sendiri. Contohnya disini. Untuk kertasnya, aku biasa pakai kertas HVS 70 gsm kalau cuma untuk coret-coret. Tapi kalau buat hiasan atau mau dikasihin ke orang biasanya aku pakai sketchbook Faber-castell 200 gsm. Sketchbook Faber-castell yang ini sedikit beda dari sketchbook biasa semacam Kiky atau Artemedia. Kertasnya lebih halus dan licin, jadi brushnya bisa leluasa bergerak (duh ga ngerti istilahnya hahaha)

FYI, ada beberapa jenis brush pen yang menurutku penting diketahui sebelum kalian beli, untuk meminimalisir kekecewaan pasca kalap mata. Dari kelenturan brush nya, ada 2 jenis : hard tip dan soft tip. Sesuai namanya, kalau hard tip berarti brushnya itu keras, nggak sefleksibel yang soft tip. Yang soft tip bener-bener fleksibel gitu, bisa ditekan semaksimal mungkin untuk bikin strokes yang tebel. Aku lebih suka yang hard tip karena menurutku lebih mudah diatur dan garis tebal tipisnya bisa kontras. Bagiku yang soft tip terlalu lentur jadinya pas mau bikin upstrokes yang harusnya tipis malah jadi agak tebel gitu. Tapi balik lagi ke selera masing-masing yaa. Selain itu, ada juga brush pen yang water resistant, tapi kebanyakan nggak sih.


Ini beberapa brush pen yang pernah aku pakai dan ada 3 kuas yang jadi favoritku untuk brush lettering. Dari kiri ke kanan ada Snowman Brush Pen - Artline Stix - Sharpie Stained - Kuretake Zig Mangaka Flexible Brush Pen - Sakura Pigma - kuas Reeves - kuas Vtec. Aku juga pernah pakai Lyra Aqua Brush Duo yang entah sekarang ada dimana. 


Dari kelima brush pen ini, yang soft tip cuma Snowman sama Sakura Pigma

1. Snowman Brush Pen


Snowman Brush Pen belum lama ini kok ada di Indonesia. Sejauh ini memang Snowman sih brush pen yang paling murah. Aku belinya sekitar Rp 7500. Varian warnanya juga banyak. Tapi memang harga sebanding sama kualitas yaa. Brush nya nggak awet, gampang terburai gitu (duh apasih istilahnya aku bingung). Tapi sudah sangat mencukupi kok untuk latihan basic brush lettering. Brush nya soft tip. Mirip-mirip sama Lyra tapi jelas lebih awet Lyra. Harganya aja jauh beda, Lyra Aqua Brush Duo sekitar Rp 18.000 - 19.000. Lyra Aqua Brush Duo punya dua ujung yang semua bisa dipakai. Salah satu ujung itu brush, satunya lagi semacam spidol gitu.

2. Artline Stix


Beda sama Snowman, Artline Stix punya brush yang hard tip. Aku kurang suka sih karena brushnya terlalu keras. Walupun sama-sama hard tip, tapi lebih enak Sharpie Stained baaanget kemana-mana. Harganya juga sangat beda ya, Artline Stix cuma sekitar Rp 9500, kalau Sharpie Stained sekitar Rp 23000. Berdasarkan pengalamanku, kalau neken brush nya terlalu keras (maksud hati biar dapet garis yang tebel gitu kan) nantinya brushnya itu susah balik ke posisi awal gitu. Jadinya condong ke sisi yang ditekan. Disini aku nggak bisa kasih contoh aplikasi Sharpie Stained karena kebetulan punyaku udah habis. Mahalnya Sharpie itu worth it kok. Sebenarnya Sharpie Stained itu buat aplikasi di kain karena dia water resistant. Nah kalau dipake nulis di kertas yang licin semacam kertas kalender, warnanya bisa gradasi gitu tergantung daya tekan brush nya. Recommended lah hehehe

Di gambar yang atas itu, untuk tulisan 'imperfection' warna ungu sama oranye aku pakai artline stix. Sementara kalau tulisan yang pink sama merah aku pakai Snowman Brush Pen. Dengan daya tekan brush yang sama, garis yang dihasilkan artline stix lebih tebal daripada Snowman karena ukuran brushnya yang juga sedikit lebih besar.

3. Zig Mangaka Flexible Brush Pen  &  Sakura Pigma


Ini perbandingan kenampakan ujung brushnya. Zig Mangaka punya 2 varian ukuran brush, yaitu Fine tip dan Medium tip. Yang aku pakai disini yang ukuran fine tip. Sedangkan Sakura Pigma punya 3 varian ukuran yaitu fine tip, medium tip, dan bold tip. Yang aku pakai disini juga ukuran fine tip. Harganya nggak jauh beda, Zig sekitar Rp 30000 sedangkan Sakura sekitar Rp 27000. Aku suka yang ukuran fine tip karena bisa dipakai di media yang ukuran kecil. Kan kalau yang media besar bisa pakai brushpen lain yang lebih murah misalnya Snowman sama Artline Stix. 


Tulisan 'minimum' yang atas aku tulis pakai Sakura Pigma, sedangkan yang bawah aku tulis pakai Zig Mangaka. Seperti yang aku bilang tadi, aku lebih suka yang hard tip. Jadi lebih enak nulis pakai Zig Mangaka dibandingkan pakai Sakura Pigma yang brush nya soft tip. Karena jenisnya soft tip, si Sakura ini lebih lentur dan lebih fleksibel penekanannya, makanya garis yang dihasilkan juga bisa lebih tebel daripada Zig Mangaka walaupun ukuran brush nya sama (fine tip).  Warna tinta Zig Mangaka juga ebih pekat daripada Sakura Pigma, yang mungkin nggak terlalu kelihatan disini ya. Selain itu, brush nya Sakura Pigma agak kurang halus waktu bikin lengkungan ke atas (bisa dilihat di bagian lengkungan bawah huruf 'm' yang pertama sama huruf 'n') dan kadang tintanya nggak keluar. Jadi memang harus ditekan lebih keras, padahal untuk bikin garis tipis upstrokes itu kan nekannya nggak boleh terlalu kenceng. Jadi dilema sih haha

4. Kuas


Ada 3 kuas yang biasa aku pakai buat brush ettering. Kuas yang pegangannya hitam merk Reeves Nylon Brush no.2, sedangkan yang peganngannya warna coklat merk V-tec no.0. Yang paling sering aku pakai adalah yang paling kiri, yang brushnya paling kecil. Walaupun sama-sama Reeves dengan ukuran yang sama pula, tapi ternyata ukuran brush nya beda lo. Yang paling kiri itu adalah kuas yang 1 set sama cat air Reeves, sedangkan yang tengah dengan ukuran brush yang lebih besar aku beli satuan. Aku sendiri lebih suka pakai brush yang kecil sih. Menurutku kalau brushnya terlalu panjang makin susah dikontrol. Kuas V-tec khusus aku pakai buat cat warna putih. Harga kuas Reeves Nylon Brush no.2 sekitar Rp 7000, sedangkan V-tec no.0 sekitar Rp 5500.

Untuk tintanya, aku jarang pakai cat air karena terlalu tipis dan harus berkali-kali nyelupin ulang. Jadi aku cuma pakai kuas untuk bikin tulisan yang warnanya hitam pakai tinta cina. Tinta cina ini murah dan warnanya pekat banget, jadi kadang aku encerin pakai air.


Buat kalian yang domisilinya di Jogja, semua tools diatas bisa kalian beli di Toko Merah atau Potentiarte (serasa ngiklan hahaha). Tapi udah banyak juga sih toko art supplies online yang menyediakan. Untuk yang pengen tahu lebih banyak hasil aplikasi alat-alat itu boleh cek instagramku @aifyzulfaa. Untuk sementara ini tools yang ada di bucket listku adalah Zig Fudebiyori Metallic, Pentel Fude Touch Brush Sign Pen, sama Tombow Fudenosuke. Kapan-kapan kalau udah kebeli aku update reviewnya disini hehehe

Teima kasih buat yang udah baca review abal-abal ini sampai akhir. Boleh banget ngasih kritik, saran, atau sekedar berbagi pengalaman di kolom komentar dibawah yaa. Selamat mencoba dan berburu tools!


salam hangat,
aify

Popular Posts

Google+ Followers